Prosedur Audit Fixed Assets: Physical Verification

Prosedur Audit Fixed Assets: Physical Verification

Pengertian Physical Verification

Physical Verification atau Pemeriksaan fisik adalah prosedur audit yang biasanya dilakukan oleh auditor untuk memastikan keberadaan fisik aset yang tercatat dalam laporan keuangan klien. Sebagian besar aset yang diverifikasi auditor adalah fixed assets dan inventory. Auditor juga menggunakan prosedur ini untuk mengkonfirmasi kondisi terkini aset tersebut.

Pemeriksaan fisik biasanya dilakukan pada akhir tahun atau pada akhir tanggal laporan keuangan. Dalam proses ini, aset diverifikasi keberadaan fisiknya di lokasi tertentu. Setelah diverifikasi secara fisik, auditor memeriksa semua data terkait aset tersebut seperti status, lokasi, tanggal pembelian, tanggal berakhir nya garansi, dan dokumen lain. Hal ini dilakukan untuk memvalidasi apakah semua informasi yang dicatat sesuai atau tidak dengan kondisi fisiknya. Auditor juga perlu mereview prosedur penghitungan aset yang dilakukan oleh klien.

Contoh Kasus Prosedur Audit Physical Verification:

Pada laporan posisi keuangan klien, terdapat catatan aset tetap dengan nilai tercatat sebesar $750.000. Klien memiliki catatan daftar aset tetap yang digunakan untuk mencatat identifikasi, kondisi, dan pergerakan aset tersebut.

Bagian dari prosedur audit yang digunakan untuk menguji aset tetap tersebut adalah pemeriksaan fisik. Prosedur ini dimulai dengan merekonsiliasi jumlah antara catatan pada daftar aset tetap dan catatan akuntansi dalam laporan keuangan terlebih dahulu. Kemudian, auditor memilih item tertentu untuk diverifikasi. Pemilihan atau pengambilan sampel biasanya didasarkan pada penilaian atau pemilihan sistematis yang dilakukan oleh auditor dengan mempertimbangkan value dan estimasi umur manfaat dari aset tersebut. Hasil observasi dari prosedur tersebut akan dijadikan sebagai bukti audit untuk menilai keefektifan prosedur penghitungan aset yang telah dilakukan oleh klien.

Namun, ada kalanya klien kesulitan untuk mengumpulkan catatan kondisi terkini aset tetap mereka. Sehingga sangat besar kemungkinannya untuk terjadi misstatement dalam pencatatan nilai aset tetap pada laporan posisi keuangan. Tentu hal ini adalah yang paling ditakuti oleh pihak manajemen perusahaan.

Peran Fixed Asset Management Software dalam membantu proses audit

Audit aset merupakan prosedur penting dari manajemen fixed asset. Prosedur Audit Physical Verification yang akurat memungkinkan Anda mengetahui lokasi aset Anda dan statusnya juga. Namun, melakukan audit secara akurat dan sempurna membutuhkan effort yang besar karena hal tersebut sangat melelahkan dan menyibukkan. Oleh sebab itu, disinilah Fixed Asset Management Software berperan untuk membantu perusahaan dalam melakukan audit aset.

Beberapa manfaat Fixed Asset Management Software dalam kaitannya dengan proses audit:

  • Membantu organisasi dalam melakukan audit yang cepat dan efektif.
  • Memungkinkan Anda mengetahui lokasi aset yang tepat dengan menggunakan teknologi barcode.
  • Mengurangi keberadaan Ghost Asset yang menyebabkan misstatement dalam laporan keuangan.
  • Membantu untuk perhitungan depresiasi menggunakan 2 metode sekaligus secara akurat dan cepat.
  • Menghasilkan berbagai macam laporan depresiasi dalam hitungan menit.
  • Menghasilkan laporan hasil physical check / stock opname aset secara real-time dan akurat.
  • Audit Compliance.

 

Baca juga: 10 Alasan Anda Harus Menggunakan Aplikasi Fixed Asset Management & Tracking