Dalam dunia bisnis, istilah fixed asset dan inventory sering muncul dalam aktivitas operasional maupun pelaporan keuangan. Walaupun terlihat mirip, keduanya memiliki fungsi, tujuan, karakteristik, serta metode pengelolaan yang sangat berbeda. Hal ini penting dipahami agar perusahaan dapat mengelola aset dengan akurat, menyusun laporan keuangan yang benar, dan memilih sistem asset tracking atau inventory tracking yang sesuai.
Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap perbedaan fixed asset dan inventory, mulai dari pengertian, contoh, karakteristik, hingga metode tracking-nya.
• Apa Itu Fixed Asset?
Fixed asset (aset tetap) adalah barang yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk menunjang operasional, bukan untuk dijual kembali. Aset ini memberikan manfaat dalam jangka panjang dan memiliki nilai ekonomis yang signifikan.
Contoh fixed asset:
-
Mesin produksi
-
Kendaraan operasional
-
Bangunan dan fasilitas
-
Peralatan kantor
-
Komputer & perangkat IT
Fixed asset memiliki ciri-ciri:
-
Umur pakai panjang
-
Nilainya besar dan stabil
-
Tidak dijual sebagai barang dagang
-
Mengalami penyusutan (depresiasi)
-
Memerlukan perawatan berkala
• Apa Itu Inventory?
Inventory adalah persediaan barang yang akan dijual, dikonsumsi, atau digunakan dalam proses produksi. Barang inventory memiliki perputaran (turnover) yang cepat dan nilainya berubah mengikuti permintaan pasar.
Contoh inventory:
-
Produk jadi
-
Bahan baku
-
Barang dagang yang siap dijual
-
Barang dalam proses produksi (WIP)
-
Alat habis pakai (consumable)
Ciri-ciri inventory:
-
Perputaran stok tinggi
-
Nilai berubah sesuai jumlah & kondisi
-
Tidak mengalami depresiasi
-
Digunakan untuk menghasilkan pendapatan langsung
-
Harus selalu tersedia untuk kebutuhan produksi/penjualan
• Perbedaan Utama Fixed Asset dan Inventory
Berikut tabel ringkas agar lebih mudah memahami perbedaannya:
| Aspek | Fixed Asset | Inventory |
|---|---|---|
| Tujuan | Menunjang operasional | Untuk dijual atau diproduksi |
| Umur Pakai | Panjang (bertahun-tahun) | Pendek, cepat habis/terjual |
| Cara Pencatatan | Penyusutan (Depresiasi) | Penilaian persediaan (FIFO, Average, dsb.) |
| Karakteristik | Nilai besar, stabil | Nilai berubah-ubah |
| Contoh | Mesin, kendaraan, gedung | Produk dagang, bahan baku |
| Tracking | Asset Tracking | Inventory Tracking |
• Contoh Paling Mudah: Pabrik Mobil
-
Mobil yang diproduksi → Inventory
Karena akan dijual kepada pelanggan. -
Mesin pabrik untuk membuat mobil → Fixed Asset
-
Mobil operasional untuk mengirim produk ke dealer → Fixed Asset
(walaupun bentuknya sama, tujuan pemakaiannya berbeda)
• Asset Tracking vs Inventory Tracking (Kenapa Penting Dibedakan?)
Karena fixed asset dan inventory digunakan untuk tujuan berbeda, maka proses tracking-nya pun berbeda.
• Asset Tracking (Untuk Fixed Asset)
Melacak aset berdasarkan:
-
Nomor ID aset
-
Lokasi terbaru
-
PIC (penanggung jawab)
-
Jadwal maintenance
-
Historinya (perbaikan, pemakaian, perpindahan)
-
Nilai dan depresiasi
Tujuan: memastikan aset terkelola dengan baik, tidak hilang, tidak rusak sebelum waktunya, dan umur pakainya optimal.
• Inventory Tracking (Untuk Persediaan Barang)
Melacak barang berdasarkan:
-
Jumlah masuk & keluar
-
Level persediaan
-
Status barang (stok, WIP, produk jadi)
-
Perubahan nilai persediaan
-
Ketersediaan stok untuk produksi/penjualan
Tujuan: mencegah stok habis atau berlebih, mengurangi kerusakan barang, dan menjaga kelancaran operasional.
• Mengapa Pengelolaan Fixed Asset dan Inventory Harus Dipisah?
✔ Mereka memiliki tujuan dan siklus hidup berbeda
Aset tetap dipakai bertahun-tahun, sementara inventory cepat habis atau terjual.
✔ Metode pencatatan berbeda
Fixed asset mengalami depresiasi, inventory tidak.
✔ Tracking di lapangan berbeda
Fixed asset butuh physical check, inventory fokus pada jumlah stok.
✔ Risiko yang dikelola berbeda
-
fixed asset → hilang, rusak, tidak terpakai
-
inventory → habis, kadaluarsa, rusak, out of stock
• Contoh Situasi Nyata di Perusahaan
1. Inventory dikelola dengan benar, tapi fixed asset kacau
Contoh: barang dagang tercatat lengkap, tetapi laptop kantor hilang entah di mana karena tidak punya identitas unik.
2. Fixed asset bagus, tetapi inventory kacau
Contoh: stok habis saat permintaan tinggi karena tidak ada monitoring level persediaan.
3. Keduanya tidak dikelola dengan benar
Risiko:
-
Laporan keuangan tidak akurat
-
Pembelian aset baru yang tidak perlu
-
Pajak & asuransi salah hitung
-
Aset “hantu” masih tercatat padahal fisiknya tidak ada
• Kenapa Perusahaan Harus Memakai Sistem Tracking?
Baik fixed asset maupun inventory sama-sama membutuhkan sistem pelacakan.
Manfaatnya:
-
Audit lebih mudah
-
Data akurat
-
Penghematan biaya
-
Mencegah aset hilang
-
Mencegah kekurangan/kelebihan stok
-
Memudahkan stock opname & physical check
Untuk fixed asset tracking, perusahaan membutuhkan sistem yang mampu melakukan:
✔ Pelabelan barcode atau RFID
✔ Tracking lokasi dan PIC
✔ Jadwal maintenance
✔ Depresiasi
✔ Audit fisik
VemaFATS merupakan salah satu solusi terbaik di Indonesia untuk fixed asset management & tracking, lengkap dengan web & mobile, barcode scanning, dan rekonsiliasi otomatis.
– Kesimpulan
Perbedaan fixed asset dan inventory sangat penting dipahami agar perusahaan dapat mengelola keduanya secara efektif. Fixed asset digunakan untuk mendukung operasional jangka panjang, sementara inventory adalah barang yang akan dijual atau dipakai dalam proses produksi.
Karena karakteristiknya berbeda, maka metode tracking dan pengelolaannya juga harus berbeda. Untuk pengelolaan fixed asset yang lebih efektif, modern, dan akurat, perusahaan dapat menggunakan VemaFATS untuk mempermudah p encatatan, tracking, audit, hingga stock opname.