Barcode dan Fixed Asset

Setelah mengetahui apa itu qr code, kita akan membahas barcode dan fixed asset. Ketika anda kuliah atau sekolah dahulu, apakah anda masih ingat nomor Nomor siswa atau Nomor Induk Kemahasiswaan / NIK anda ? NIK atau jenis nomor identitas lainnya memiliki fungsi sebagai identitas mahasiswa atau identitas anggotanya. Pada nomor tersebut kita bisa mengetahui tahun angkatan, jurusan dan nomor urut dari pemegang nomor identitas tersebut.

Dan ciri-ciri dari nomor NIK ini adalah nomor yang dimiliki masing-masing individu bersifat unique number, artinya tidak ada nomor yang sama. Jika ada individu mahasiswa yang memiliki nama yang sama, dan kebetulan memiliki jurusan yang sama juga, kemudian tahun angkatan yang sama maka seharusnya pihak kampus harus bisa mengidentifikasi individu tersebut secara tepat bukan ? karena kedua individu tersebut memiliki no NIK yang berbeda. Dengan menggunakan nomor NIK maka identitas individu yang diinginkan dapat diperoleh dan akan disimpan menjadi database profil mahasiswa.

Dengan memanfaatkan konsep teori penomoran yang unique number maka konsep identifikasi suatu entitas dapat di terapkan pada banyak bidang. Dan jangan lupa konsep ini juga yang berlaku pada e-KTP kita.

Atas dasar ini maka pengelolaan dan kontrol atas fixed asset pada sebuah perusahaan dapat diterapkan dengan memanfaatkan konsep unique number. Dengan menjadikan nomor ID aset unique number maka ID aset dapat dijadikan primary key (kode pengenal utama) data aset. dan nomor ID aset ini bisa kita rubah menjadi barcode, yang nantinya bisa di cetak pada stiker dan di tempel pada aset.

Dan ketika kode ID berbentuk barcode, maka sebuah perangkat  barcode reader yang tersambung pada sebuah aplikasi asset management dapat kita manfaatkan sebagai pengenal aset. Manfaatnya tentu saja salah identifikasi bisa disikat tuntas, lalu kemudian proses identifikasi yang dilakukan barcode scanner akan menjadikan proses audit atau fisical check aset menjadi cepat, efisien dan mudah.

Kemudian bagaimana konsep dan pembuatan nomor ID untuk aset ?

Tidak ada aturan mengenai format penomoran untuk Nomor ID aset yang akan anda pakai. Anda bebas menyusunnya dalam format apapun yang anda inginkan. Sederhananya nomor ID layaknya seperti nomor urut dan unique number.

Anda bisa lihat contoh dibawah ini.

Barcode dan Fixed Asset

Susunlah daftar aset anda menjadi 1 unit barang per baris. Perhatikan baris ke 5 sampai ke 9 (Lemari Credenza memiliki jumlah 5 unit) . Jika item aset anda adalah item yang sama sekalipun, setiap unit item akan di susun dalam 1 baris dengan quantity 1, sehingga setiap item akan memiliki nomor aset yang berbeda.

Sehingga dengan konsep penomoran seperti ini anda dapat men tracking aset anda per satuan aset. Dengan contoh aset Lemari Credenza di atas maka yang terjadi adalah jika salah satu lemari diatas mengalami kerusakan dan anda ingin me write off nya maka anda bisa dengan tepat menunjukkan data lemari pada dokumen pembelian anda berpatokan pada nomor ID asetnya. Karena bisa saja lemari diatas di beli dengan 2 dokumen PO yang berbeda dan harga yang berbeda, tentu anda tidak ingin me write off nilai lemari yang salah bukan ?